Klasifikasi Material dan Bahan - Zona Ilmu Material

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Search This Blog

Wednesday, December 18, 2019

Klasifikasi Material dan Bahan

Zona Material - Dalam ilmu material, eksistensi bahan mempengaruhi jenis material rekayasa yang difabrikasi. Untuk mendapatkan jenis material sebagai contoh semikonduktor, pemahaman dalam menentukan material menjadi tolak ukur. Di lain hal, proses fabrikasi yang melibatkan jenis material seperti logam, polimer, dan jenis material maju lainnya perlu untuk diketahui, sehingga metodologi yang diinginkan untuk mensintesis bahan dapat dilakukan. Secara umum, klasifikasi material terbagi menjadi tiga hal, yaitu: Logam, Keramik dan Polimer.

Material Logam


Logam adalah salah satu jenis material yang banyak ditemukan di kehidupan. Jenis material ini secara kimiawi dapat dilihat berdasarkan Sistem Periodik Unsur dengan indikator material metalik. Contoh dari material logam yaitu besi, alumunium, tembaga dan nikel. Logam besi sendiri banyak ditemukan pada berbagai peralatan rumahan seperti pisau, dan alat-alat transportasi. Tembaga sendiri sering ditemui di peralatan elektronik, sedangkan alumunium dimanfaatkan sebagai peralatan masak. Secara karateristik, logam memiliki sifat-sifat tertentu. Namun demikian, sifat umum yang banyak ditemukan adalah sifat konduktivitas listrik, termal dan densitas. Logam-logam umumnya memiliki massa jenis yang cukup tinggi, berada di atas 1 gr/cm3 sehingga memiliki massa yang cukup tinggi.

Dengan densitas yang cukup rapat ini pula yang mengakibatkan atom-atom logam berdekatan satu sama lain sehingga memberikan konduktivitas listrik dan termal yang baik, khususnya dimanfaatkan sebagai bahan-bahan dasar elektronik. Keadaan atom yang rapat ini pula yang mengakibatkan logam memiliki titik leleh yang tinggi, dan memberikan sifat solid atau padatan. Namun, ada juga salah satu jenis logam yang pada suhu ruangan bersifat liquid atau cairan, yaitu air raksa dengan simbol (Hg).

Material Polimer
Suatu material yang tersusun atas satuan unit tertentu dengan rantai panjang tertentu disebut dengan polimer. Satuan unit ini sering disebut dengan monomer, dan monomer ini yang menentukan nama dari material polimer. Sebagai contoh, sakarida yang merupakan senyawa dengan unsur Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), dan ketiganya membentuk monomer CHO disebut dengan polisakarida. Rantai polisakarida yang berbeda-beda satu sama lain memiliki sifat dan karakteristik tertentu, dan contoh dari polisakarida adalah pati dan glikogen.

Berdasarkan monomer dan rantai polimernya, polimer memiliki karakteristik elastis dan plastis. Dengan demikian, banyak jenis atau contoh dari polimer berada pada ragam plastik dan karet. Sementara itu, berdasarkan jenis monomernya, polimer juga diklasifikasi atas dua hal yaitu polimer organik dan non-organik. Selain itu, polimer umumnya memiliki densitas yang rendah sehingga memiliki sifat yang elastis dan plastik sehingga sering digunakan sebagai bahan plastik dan karet itu sendiri.

Material Keramik
Material keramik adalah suatu material yang tersusun atas senyawa logam dan non logam. Umumnya, keramik tersusun atas logam oksida yang dicampur dengan senyawa non logam lain seperti nitrida dan karbida. Sebagai contoh, material keramik yang umum dijumpai adalah alumunium oksida, silikon dioksida, silikon karbida, dan silikon nitrida. Nama lain dari keramik adalah porcelain, semen dan gelas yang masing-masing tersusun atas alumunium, karbon dan silikon berikatan dengan oksigen.

Akibat susunannya yang berikatan antara logam dan on logam, karakteristik mekaniknya cukup tinggi namun memiliki sifat getas – yaitu sifat rapuh dan rentan terhadap keretakan. Sifat mekanik yang cukup baik ini sering digunakan untuk peralatan-peralatan masak yang melibatkan suhu tinggi, dan bahkan untuk material-material permesinan. Keramik juga memiliki sifat yang insulatif baik terhadap suhu dan atau listrik. Akan tetapi, perkembangan teknologi saat ini yang membutuhkan kemampuan untuk mengisolasi panas dan mampu mengalirkan arus listrik menjadikan keramik menjadi salah satu material penyusun komputer dan superkomputer.

No comments:

Post a Comment

Zona Material

Penulis merupakan seorang asisten peneliti dengan bidang Fisika Material. Saat ini sedang menempuh studi di Master Fisika.